Teori AISAS Strategi Efektif Memahami Konsumen di Era Digital dan Relevansinya dengan Visi Misi CAPRESMA & CAWAPRESMA Jonatan Johan, Diana

Dalam dunia pemasaran modern, teori-teori komunikasi pemasaran terus berkembang mengikuti perilaku konsumen. Salah satu teori yang kita kenal adalah teori AISAS yang merupakan bentuk perkembangan dari teori yang lebih dulu kita kenal yaitu teori AIDA. Teori AIDA sudah digunakan sejak abad ke-19. Selama puluhan tahun lamanya, teori AIDA menjadi pedoman utama. Teori AIDA merupakan teori yang idealnya terdiri dari (Attention) yaitu pesan harus mendapat perhatian, (Interest) mempertahankan minat, (Desire) membangkitkan hasrat, dan (Action) meraih tindakan. Teori AIDA juga mengalami sedikit perubahan dalam penggunaan nya dimana teori AIDA mengalami sedikit tambahan menjadi teori AIDMA yaitu Attention, Interest, Desire, Memory, dan Action. Teori tersebut didesain untuk periklanan di media massa (TV, cetak) dimana konsumen bersifat lebih pasif. Namun seiring dengan perkembangan zaman, teori ini dianggap tidak lagi relevan dengan teknologi di era sekarang. Oleh karena itu muncu teori baru yaitu teori AISAS yang dianggap lebih relevan.

Teori AISAS pertama kali diperkenalkan oleh Denstsu Inc. yaitu sebuah perusahaan periklanan terbesar di Jepang pada tahun 2004. Teori ini lahir dari hasil penelitian mendalam terkait perubahan pola perilaku konsumsi masyarakat, yang dipengaruhi oleh kemajuan zaman dengan meluasnya penggunaan internet dan muncul nya media sosial. Dengan adanya kemajuan zaman ini perusahaan Dentsu melihat adanya dua perilaku konsumen yang fundamental yaitu konsumen tidak lagihanya menerima informasi dari iklan tetapi juga secara aktif mencari informasi, ulasan, dan juga perbandingan produk secara online sebelum membuat keputusan untuk melakukan pembelian. Oleh karena itu, perusahaan Dentsu melakukan modifikasi Dari teori lama AIDMA dengan menghilangkan dua tahap "Desire" dan "Memory" lalu mengganti nya dengan dua tahap baru yang krusial di era sekarang yaitu "Search" and "Share
AISAS adalah singkatan dari lima tahapan yang dilalui konsumen sebagai bentuk interaksi dan respon terhadap suatu produk atau brand di lingkungan digital yang relevan dengan kemajuan teknologi. AISAS merupakan singkatan dar Attention, Interest, Search, Action, dan Share. 

1. Attention (perhatian) adalah tahap dimana konsumen menyadari keberadaan produk atau layanan melalui iklan, konten, dan promosi yang mencolok kemudian, iklan tersebut berhasil menarik perhatian audiens. Misal nya iklan di TV yang langsung menampilkan keunggulan produk yang mencolok.
2. Interest (minat) setelah perhatian didapat pada tahap ini konsumen atau audiens mulai menunjukan ketertarikan dan kemudian mulai memperoses informasi, misal nya karena fitur produk yang unik dan relevan dengan kebutuhan konsumen atau audiens. 
3. Search (pencarian) ini adalah tahapan kunci di era digital sekarang dimana konsumen yang tertarik tidak langsung membeli melainkan mencari informasi lebih lanjut, seperti ulasan/review, perbandingan harga, dan spesifikasi produk melalui Google ataupun media sosial.
4. Action (tindakan) setelah mendapat informasi yang cukup, konsumen akhirnya memutuskan untuk melakukan sebuah aksi bisa berupa pembelian produk, mengunduh aplikasi, mendaftar layanan, dan lain sebagainya.
5. Share (berbagi) tahapan terakhir yaitu setelah konsumen melakukan pembelian atau menggunakan layanan jasa adalah konsumen akan berbagi pengalaman mereka secara online melalui ulasan dan rekomendasi di media sosial maupun marketplace yang mereka gunakan.


Relevansi Visi Misi Capresma & Cawapresma dengan Teori AISAS

Capresma dan Cawapresma adalah sebutan lain dari ketua dan wakil ketua untuk BEM disebuah kampus. BEM adalah singkatan dari Badan Eksekutif Mahasiswa. BEM merupakan organisasi Mahasiswa intra kampus yang bertindak sebagai lembaga eksekutif di tingka perguruan tinggi, institut, atau universitas. Struktur BEM biasanya dipimpin oleh seorang Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa, dan dalam menjalankan tugas nya mereka dibantu oleh berbagai departemen yang berfokus pada bidang-bidang tertentu. Fungsi dan tugas BEM dalam lingkungan kampus mencakup banyak hal seperti,
1. Wadah aspirasi mahasiswa, BEM berperan sebagai jembatan komunikasi untuk menampung berbagai keluhan saran dan usulan Dari mahasiswa dan membantu menyampaikan nya kepada pihak petinggi kampus. 
2. Penyelenggaraan program kerja, BEM berperan merencahakan dan melaksanakan program kerja yang berfokus pada pengembangan diri mahasiswa seperti mengadakan seminar, pelatihan, lomba, kegiatan sosial, bahkan event besar kampus.
3. Wadah pengembangan mahasiswa, BEM berperan menjadi wadah bagi anggota maupun mahasiswa umum untuk mengasah kemampuan dalam kepemimpinan, organisasi, komunikasi, dan lain sebagainya.
4. Fasilitator & koordinator, BEM juga berperan dalam mengawasi, membimbing, dan bekerjasama dengan organisasi Mahasiswa lain dalam menjalankan kegiatan.

Sebagai Capresma dan Cawapresma tentunya kami mempunyai Visi Misi yang menarik dan relevansi dengan teori AISAS yang kita bahas. Saya mengaitkan Visi Misi pencalonan sebagai ketua dan wakil ketua BEM dengan teori AISAS karena pada dasar nya kampanye yang akan kami lakukan sebagai paslon adalah memasarkan program, gagasan atau ide, dan keunggulan kami kepada para pemilih yaitu mahasiswa. Dunia kampus saat ini sangat dipengaruhi dengan komunikasi modern sehingga sangat cocok dengan teori AISAS yang merupakan teori pemasaran yang ada karena kemajuan zaman dan teknologi. 

Visi kami sebagai paslon presma dan wapresma adalah menjadikan BEM sebagai wadah transformatif yang relevan bagi mahasiswa untuk berkembang secara aktif, berkompeten, dan berintegritas tinggi, serta memacu kreativitas & inovasi mahasiswa dalam berbagai bidang sehingga memacu kreativitas dan inovasi mahasiswa dalam berbagai bidang sehingga mampu meciptakan pengalaman yang memberdayakan. Visi saya menjanjikan adanya transformatif yang relevan kalimat ini berfungsi sebagai headline yang menarik sehingga mahasiswa dapat memberikan perhatian (Attention). Visi kami juga berfokus pada kebutuhan inti mahasiswa yaitu menjadi wadah dan juga berkembang secara aktif serta berkompeten Visi ini akan langsung menyentuh ketertarikan (Interest) mahasiswa untuk mendapatkan manfaat dari BEM. Kalimat menciptakan pengalaman yang memberdayakan pada Visi kami mendorong mahasiswa untuk mencari informasi lebih dalam tentang bagaimana pengalaman tersebut (Search). Visi kami menyajikan sebuah masa depan ideal yang akan dicapai bersama (Action) lewat kata menjadi aktif, berkompeten, dan berintegritas sehingga meyakinkan pemilih secara emosional bahwa BEM adalah langkah untuk pengembangan diri. Lewat Visi kami yang kuat dan mudah dipahami namun penuh makna dapat membuat Visi kami mudah diingat dan mudah dikomunikasikan kepada mahasiswa lain (Share) agar kami dapat meraih pendukung sebanyak-banyak nya. 

Misi kami sebagai paslon Wapresma dan Cawapresma juga sangat berkaitan erat dengan teori AISAS. Dimana kami memiliki Misi sebagai berikut.
1. Mendorong berjalan nya program kerja yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan kemajuan teknologi di era sekarang. Misi kami ini dapat membuat mahasiswa memperhatikan (Attention) kampanye kami, karena program kerja yang kami janjikan akan dilakukan dengan mengikuti perkembangan zaman seperti banyak nya penggunaan media sosial dan aplikasi lain nya.
2. Memberikan wadah bagi para mahasiswa dalam mengembangkan minat dan bakat dibidang akademik, non-akdemik, untuk berkembang aktif. Misi kami dapat menimbulkan ketertarikan (Interest) mahasiswa untuk mengembangkan diri mereka baik untuk akademik maupun non-akademik secara aktif di dalam BEM.
3. Memaksimalkan akses informasi terkait kegiatan & kebijakan BEM melalui berbagai media komunikasi yang interaktif dan transparan. Misi kami mendorong mahasiswa untuk mencari tau lebih lanjut (Search) bagaimana kemudahan akses informasi yang kami janjikan tersebut.
4. Meningkatkan kontribusi mahasiswa dalam kegiatan, advokasi, dan pengabdian secara langsung kepada masyarakat. Melalui Misi ini kami menjanjikan kontribusi mahasiswa secara langsung didalam berbagai kegiatan yang akan kami selenggarakan, sehingga mahasiswa terdorong untuk memilih kami (Action) agar bisa terlibat dalam kegiatan tersebut.
5. Membentuk kebiasaan untuk berbagi pengalaman dan inspirasi antarmahasiswa sehingga tercipta lingkungan kampus yang kolaboratif. Misi kami sendiri sudah menjanjikan kebiasaan untuk berbagi pengalaman diantara mahasiswa, hal ini akan membuat mahasiswa memberi tahu kepada mahasiswa lain (Share) tentang Misi kami yang sangat membebaskan mereka untuk berbagi pengalaman dari berbagai aspek sehingga mampu menciptakan banyak nya kolaborsi di masa depan.

Kesimpulan nya, teori AISAS ada karena kebutuhan untuk memahami perilaku konsumen seiring dengan perkembangan zaman dimana teknologi semakin maju. Kemajuan teknologi seperti internet dan media sosial menjadikan AISAS sebagai salah satu strategi paling relevan dalam periklanan dan pemasaran. Teori AISAS ini sangat relevan dengan kampanye yang kami lakukan sebagai calon Capresma dan Cawapresma agar mahasiswa dapat merespon dan melakukan aksi untuk memilih kami sebagai Capresma dan Cawapresma.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS ANALISIS STRUKTUR AISAS FRICILIA & RIZKY

Tugas Analisis AISAS (Reminov Kaparo & Angelica)

ANALISIS POSTER MELISA & KANIA